Lingkungan Pemasaran Sangatlah Penting

Lingkungan Pemasaran ialah lingkungan perusahaan yang terdiri dari pelaku dan kekuatan di luar pemasaran yang mempengaruhi keterampilan manajemen pemasaran untuk membina dan menjaga hubungan yang sukses dengan pelanggan sasaran. Perusahaan mesti terus mengerjakan pengamatan secara terus menerus dan beradaptasi dengan lingkungan yang mempunyai sifat kompleks dan terus berubah-ubah. Dengan mempelajari lingkungan, perusahaan bisa menyesuaikan strategi perusahaan untuk mengisi tantangan dan kesempatan pasar yang baru.

Lingkungan pemasaran adalahkomponen kekuatan-kekuatan diluar aspek pemasaran yang dapt mempengaruhi keterampilan manajemen dalam membina dan merawat hubungan dengan pelanggan yang terdiri dari lingkungan internal (mikro) dan lingkungan eksternal (makro).

Struktur sistem lingkungan pemasaran :

1. LINGKUNGAN INTERNAL
lingkungan internal ialah kegiatan-kegiatan internal perusahaan yang bisa dikendalikan, artinya, untuk menjangkau tujuan dan menjalankan strategi pemasaran, pemasar dapat melakukan pengendalian atau penataan atas operasi kegiatan-kegiatan tersebut laksana yang dikehendaki perusahaan. perusahaan dapat mengerjakan alokasi sumberdaya secara produktif melewati koordinasi hal manusia dan alat-alat manajemen.
Pemahaman lingkungan internal (fungsi pemasaran dan fungs nonpemasaran) pada lazimnya perlu ditekankan pada aspek :
1. Aspek Sumberdaya Organisasi, mencakup kekayaan, kemampuan, dan posisi pasar. Mampu menyokong startegi dan diandalkan dapat dominan terhadap usaha merealisasi destinasi organisasi.
2. Aspek Manusia. Sumbedaya insan adalahkekuatan perusahaan, tetapi kebalikannya dapat pun sekaligus sebagai ancaman perusahaan bilamana tidak dikendalikan dengan baik.
3. Aspek alat-alat manajemen dan teknologi, mencakup siste informasi, organisasi, dan teknik-teknik operasional. Penguasaan manajemen teknologi atau teknologi dapat memberikan kekuatan untuk perusahaan. Akan namun pengendaliannya membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

1.1 LINGKUNGAN INTERNAL-PEMASARAN (BAURAN PEMASARAN)
pada lazimnya aspek pemasaran mencakup kegiatan-kegiatan yang sehubungan dengan :
1. Perencanaan barang (product)
2. Penetapan harga (price)
3. Program promosi (promotion)
4. Saluran penyaluran (place)

1.2 LINGKUNGAN INTERNAL-NONPEMASARAN
aspek nonpemasaran ialah kegiatan-kegiatan fugsional atau operasional perusahaan (selain pekerjaan pemasaran). Antara beda adalah
1. Produksi atau operasi
Mencakup kapasitas produksi, kemudahan produksi, teknologi buatan yang digunakan, efisiensi buatan dan keterampilan mengendalikan pasokan bahan baku.
2. Keuangan Mencakup Struktur dan Nilai Aset,
Akses mendapat kredit, alokasi dana guna setiap pekerjaan perusahaan, sokongan sumber daya finansial dalam memenuhi keperluan dana setiap pekerjaan dan efisiensi pemakaian sumber daya keuangan.
3. Sumber Daya Manusia
Mencakup jumlah pegawai, kualifikasi pegawai, perencanaan sumber daya manusia, penarikan dan pengembangan pegawai, serta sistem kompensasi.
4. Pemasaran
Mencakup citra perusahaan atau produk, pemahaman mengenai pasar, jaringan distribusi, pengembangan produk, efektivitas promosi,penetapan harga, serta hubungan dengan konsumen, pemasok dan perantara
5. Riset dan Pengembangan
Mencakup kualitas riset, relevanasi penelitian dengan keperluan pengembangan, ketersediaan sumber daya riset, komitmen manajemen terhadap penelitian dan pemanfaatan hasilnya, kerjasama dengan pihak lain, serta masa-masa pelaksanaan riset.

2. LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan eksternal pekerjaan pemasaran ialah pengaruh-pengaruh tidak langsung yang sedang di luar dominasi atau kendali pemasar. pengaruh-pengaruh itu akan memaksa pemasar guna menyesuaikan arah dan starteginya supaya tetap survive di lingkungannya.
Situasi maupun perubahan-perubahan yang terjadi pada lingkungan luar ini dapat menyerahkan peluang-peluang atau hambatan-hambatan yang bisa dimanfaatkan atau ditanggulangi oleh pemasar. Tidak seluruh pemasar dapat menangkap atau bahkan membuat peluang-peluang atau hambatan-hambatan tersebut. contohnya deregulasi otomotif yang dikeluarkan pemerintah, untuk perusahaan tertentu (misalnya importir mobil mewah) bisa adalahpeluang guna mengembangkan usaha, tetapi untuk perusahaan beda (eksportir mobil sederhana) bisa adalahancaman.

2.1 LINGKUNGAN EKSTERNAL-MAKRO
Lingkungan luar makro mencakup aspek :
1. Kondisi Perekonomian
2. Hukum, Politik dan Peraturan Pemerintah
3. Kependudukan dan Keseimbangan Lingkungan
4. Teknologi
5. Sosial dan Kebudayaan

1) KONDISI PEREKONOMIAN
Perekonomian ialah kondisi lingkungan eksternal yang sehubungan dengan persoalan ekuilibrium pemakaian sumberdaya yang terbatas oleh sekian banyak pihak guna menjalankan pekerjaan produksi.
Konsekuensi dari setiap sistem serta pekerjaan pertumbuhan ekonominya menyerahkan pengaruh terhadap pekerjaan perusahaan. guna dapat memahaminya, diperlukan sekian banyak indikator yang dapat menyatakan kegiatan-kegiatan ekonomi sebuah negara.
indikator-indikator tersebut ialah :
• Pendapatan dan produk nasional (GNP,GDP,Tingkat konsumsi)
• Harga, upah, produktivitas (tingkat inflasi, index harga)
• Investasi (industri, peralatan)
• Tabungan (personal, bisnis)
• Tenaga dan peluang kerja (jumlah TK, unemployment)
• Kegiatan pemerintah (PJP, Pelita, APBN)
• Transaksi internasional (Neraca Perdagangan, Ekspor, Impor)

2) HUKUM, POLITIK, DAN PERATURAN PEMERINTAH
Pemerintah mengendalikan pekerjaan dan warganegaranya dengan sekian banyak hukum, politik, dan peraturan-peraturan. hal-hal yang mesti diperhatikan ialah :
• Hukum Lokal, Dagang, Internasional
• Badan Arbitrasi, Hak cipta
• Kestabilan dan resiko politik
• Kebijakan Moneter dan Fiskal
• Investasi dan Industri
• Perbankan dan Perdagangan DN dan LN
• Subsidi, Proteksi dan pembatasan

3) KEPENDUDUKAN DAN KESEIMBANGAN LINGKUNGAN
Sebagai penduduk negara maupun bukan warganegara, pengaruh penduduk untuk perusahaan paling penting. warga adalahpasar potensial. oleh karena tersebut perlu dicerna dengan baik. eksistensi penduduk disuatu distrik atau negara tidaklah tetap, tetapi selalu berubah. baik dalam jumlah, komposisi, maupun perilakunya.
Oleh sebab itu, perlu dipertahankan keseimbangannya dengan baik.
• Perubahan jumlah dan komposisi penduduk
• Distribusi penghasilan penduduk
• Penyebaran dan kepadatan penduduk
• Besar anggota dan siklus kehidupan keluarga
• Persediaan sumberdaya alam
• Pencearan dan ekosistem

4) TEKNOLOGI
Kemajuan teknologi memprovokasi perkembangan pekerjaan proses produksi. tidak melulu memperbaiki cara-cara dalam memproduksi tetapi pun material yang dibutuhkan untuk proses buatan menjadi semakin baik. tidak sedikit produk-produk baru yang dibutuhkan dan lantas diciptakan, namun juga tidak sedikit produk-produk yang tidak lagi dibutuhkan karena telah usang.

 

 

 

 

Leave a Comment